Sabtu, 6 Des 2025
Nasional

Proyek Hotmix Di Gebangan Jadi Sorotan Disinyalir Kurangi Kualitas Pekerjaan

(Foto: Proyek Hotmix Di Gebangan Jadi Sorotan Disinyalir Kurangi Kualitas Pekerjaan. Terlihat kasat mata kualitas aspal sangat tipis tidak kurang lebih dari 4 cm. Red)
Situbondo | Aspirasijurnalis.com – Proyek jalan yang menghubungkan Desa Gebangan dan Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan yang dilaksanakan oleh CV. INDRAWAN menuai sorotan. Disebut saat lakukan gelar hotmix pada hari Senin, (10/11/2025) disinyalir asal jadi lantaran dikerjakan ketika pertengahan gelar kondisi gerimis masih berlanjut.
Hal ini menyisakan pertanyaan bilamana pekerjaan tersebut hanya dikerjakan asal asalan demi meraup keuntungan ratusan juta rupiah. Dugaan kuat itu muncul lantaran dengan juga mengurangi volume ketebalan indikasi kecurangan pada proyek hotmix yang dianggarkan melalui APBD Tahun 2025 dengan pagu anggaran Rp. 273.508.003,28,- dengan volume 403 meter melalui Dinas Bina Marga DPUPP Kabupaten Situbondo.
Indikasi kecurangan pada kegiatan Proyek Jalan Hotmix itu sendiri mulai terhendus lantaran Pekerjaannya dikerjakan pada malam hari Minggu, (26/10/2025) malam juga kondisi gerimis. Dan juga pantauan Team Media yang tergabung dalam aliansi LPK Jatim Kabupaten Situbondo ini menemukan beberapa temuan saat di lokasi.
(Foto: Secara kasat mata ketebalan hasil gelar hotmix tidak kurang dari 4 cm. Red)
Salah satunya pekerjaan tersebut secara kasat mata sudah terlihat, kalau untuk ketebalan saat hamparan dari hasil fisik pekerjaan yang ada, timbunan aspalnya sangat tipis tidak sesuai ekspektasi diperkirakan tidak sampai 5 cm saat di gelar atau dihampar gembur. Sehingga ketika digilas saat pemadatan aspal diperkirakan hanya 2 cm. Dan juga terlihat genangan air disisi kiri. Entah bagaimana lagi kalau untuk potensi merugikan keuangan negara dugaan kuat mengurangi volume ketebalan yang direalisasikan.
Selain itu untuk K3 (Kesehatan dan keselamatan Kerja) bagi pekerja tidak memadai karena analisis resikonya sangat tinggi untuk pekerjaan hotmix aspal, saat penyemprotan tidak memakai masker alat pelindung diri serta kaos tangan. Walaupun sudah memakai baju K3 itupun hanya sebagian.
Maka, untuk memberikan kepastian dan masyarakat bisa merasakan infrastruktur jalan yang baik serta berkwalitas LPK Jatim akan mengadukan secara resmi ke dinas terkait bahkan kepada APH bilamana tidak perbaikan dari pihak kontraktor.
Guna mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam melaksanakan fungsi pengawasan pencegahan, pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP RI) Nomor 43 tahun 2018.
Sementara itu, saat ingin konfirmasi kepada kontraktor atau pelaksana proyek tersebut belum dapat untuk dikonfirmasi dalam pemberitaan lebih lanjut tidak memberikan tanggapan. (Red/Bersambung)


Baca Juga